Pedoman Media Siber TerangRaya.Com

Selamat datang di halaman paling serius di Terang Raya.

Meskipun gaya bahasa kami seringkali santai, ‘ngegas’, dan penuh canda, kami tidak pernah main-main soal etika jurnalistik. Bagi kami, Terang Raya bukan sekadar blog curhat, melainkan institusi media yang punya tanggung jawab moral untuk mencerdaskan, bukan membodohi.

Pedoman ini bukan sekadar hiasan agar terlihat legal. Ini adalah “kitab suci” operasional kami dalam melawan arus berita sampah, hoax, dan drama yang tidak produktif.

Kami tunduk sepenuhnya pada Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999 dan Peraturan Dewan Pers. Berikut adalah ringkasan pedoman yang kami terapkan di dapur redaksi kami:

1. Verifikasi Itu Harga Mati (Anti “Katanya”)

Di era digital, rumor menyebar lebih cepat daripada cahaya. Prinsip kami:

  • Setiap informasi yang berpotensi merugikan pihak lain wajib diverifikasi. Kami haram menayangkan berita yang hanya berdasarkan “katanya di grup sebelah” tanpa cek fakta.

  • Kami membedakan dengan tegas antara Fakta (data riil) dan Opini (sudut pandang redaksi atau penulis). Pembaca berhak tahu mana daging, mana bumbu.

2. Berita Ramah Anak & Korban

Kami mencari cuan dan peluang, tapi bukan di atas penderitaan orang lain.

  • Kami tidak akan membuka identitas anak yang menjadi korban kejahatan asusila atau pelaku pidana.

  • Kami melindungi privasi korban kejahatan susila. Berita harusnya membawa harapan, bukan menambah trauma.

3. Konten Buatan Pengguna (Netizen Maha Benar, Tapi Ada Batasnya)

Website ini memungkinkan interaksi (komentar). Kami menghargai kebebasan berpendapat Anda, tapi ini bukan pasar bebas tanpa aturan.

  • Tanggung Jawab: Terang Raya bertanggung jawab atas konten yang dimuat. Namun, jika Anda berkomentar, Anda juga memikul tanggung jawab hukum atas tulisan Anda sendiri.

  • Moderasi Keras: Kami berhak (dan wajib) menyunting atau menghapus komentar yang mengandung: SARA, pornografi, fitnah, ujaran kebencian, dan promosi judi online. Kami ingin kolom komentar yang membangun friksi positif, bukan tawuran digital.

4. Ralat, Koreksi, dan Hak Jawab (Kami Bukan Malaikat)

Tim redaksi kami isinya manusia (dan satu ‘hantu’ deadline), jadi kami bisa salah.

  • Koreksi: Jika kami salah tulis data atau fakta, kami akan segera meralatnya secara terbuka. Ralat adalah bukti kedewasaan media, bukan aib.

  • Hak Jawab: Jika ada pihak yang merasa dirugikan langsung oleh pemberitaan kami, kami wajib memberikan ruang untuk Hak Jawab dan Hak Koreksi secara proporsional.

5. Independensi di Tengah Peluang

Kami sering membahas peluang bisnis dan ekonomi. Mungkin ada artikel yang bersinggungan dengan entitas bisnis tertentu.

  • Kami pastikan bahwa berita (news) dan iklan (advertorial) dipisahkan dengan jelas.

  • Integritas ruang redaksi adalah prioritas. Kami menulis untuk pembaca, bukan pesanan sponsor yang bertentangan dengan hati nurani.


Pedoman ini disusun dengan mengacu pada Pedoman Pemberitaan Media Siber yang ditetapkan oleh Dewan Pers bersama komunitas pers di Jakarta, 3 Februari 2012.